Thursday, May 31, 2012

Pedagang Buah Temukan Bayi Berkain Putih

Pedagang Buah Temukan Bayi Berkain Putih

Laporan Muhammad Nazar |  Pidie



SERAMBINEWS.COM, SIGLI -
Bayi berkelamin laki-laki diperkirakan berusia satu minggu ditemukan M Nur (42) warga Gampong Barona, Kecamatan Mutiara, Pidie, Kamis (31/5/2012) sekira pukul 19.45 WIB, di atas tong milik pedagang buah di Gampong Yaman Masjid kecamatan tersebut.

Saat ditemukan bayi yang tidak berdosa itu dalam kondisi menangis serta dibalut dengan kain warna putih. Belum diketahui pelaku yang membuang bayi itu. Hingga kini, polisi telah menangani kasus tersebut.

Kapolres Pidie, AKBP Dumadi SStmk, melalui Kapolsek Mutiara, Iptu Rahmad, kepada Serambinews.com, mengatakan, bayi berkelamin laki-laki itu hingga kini masih dalam perawatan medis Rumah Sakit Umum (RSU) Sigli.

READ MORE»

Wednesday, May 30, 2012

Bejat! Guru Perkosa Bocah Enam Tahun

Bejat! Guru Perkosa Bocah Enam Tahun

SERAMBINEWS.COM, PEMATANGSIANTAR - Seorang guru honorer, Gordon Pardede (47) melakukan aksi bejat dan tak bermoral memperkosa anak ingusan di depan ibunya sendiri.

Meski pemerkosaan terjadi Januari lalu, karena baru mengetahuinya, ibu korban Mery Wati Tarigan, warga Jalan Titi Pentol Desa Sungai Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, baru membuat pengaduan, Selasa (29/5/2012) sekira pukul 20.30 WIB.

Informasi yang diperoleh di Mapolres Pematangsiantar menyebutkan, aksi bejat berlangsung di rumah guru honorer itu di Jalan Linggar Jati lorong I BDB, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur.

Korban NLT (6) yang selama ini tinggal di rumah pelaku, dipaksa berhubungan intim di depan ibu pelaku. Korban yang masih ingusan sempat menangis menahan rasa sakit. Namun pelaku yang sudah kesetanan terus memaksa sehingga kemaluan korban mengeluarkan darah.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kemudian memberikan uang pada korban agar tidak memberitahukan kejadian kepada orang lain.

Ibu korban belakangan curiga melihat tingkah anaknya yang sering murung. Korban akhirnya memberitahukan pengalaman buruknya itu. Mendapat pengakuan putrinya, Mery langsung membuat pengaduan ke Mapolres Pematangsiantar.

Belum diketahui bagaimana dan apa hubungan korban dengan pelaku sehingga bisa tinggal di rumah pelaku, serta kenapa orang tua pelaku membiarkan kejadian itu berlangsung.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Alberd Sianipar, melalui Kasubbag Humas AKP Altur Pasaribu, Rabu (30/5/2012) mengakui pengaduan itu. Pihaknya, kata Altur masih menyelidiki kasus itu.

Bila terbukti pelaku akan dijerat dengan pasal 81 (2) subs 82 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (*)

READ MORE»

DPR: Tindak Tegas Oknum Marinir yang Menganiyaya Wartawan

DPR: Tindak Tegas Oknum Marinir yang Menganiyaya Wartawan

SERAMBINEWS.COM,JAKARTA--Anggota Komisi III DPR, Indra (PKS), mengecam keras tindakan penganiayaan wartawan yang dilakukan belasan oknum TNI AL di Padang, Selasa (29/5/2012) sore kemarin.

Indra menegaskan, jurnalis dilindungi oleh Undang-undang. Menurutnya, siapapun dan pihak manapun tidak boleh menghalang-halangi kerja jurnalis dalam melaksanakan liputan.

"Tindakan arogan dan penganiayaan yang dilakukan belasan oknum TNI AL di Padang kemarin patut diduga kuat merupakan upaya mereka untuk menutup-nutupi pembekingan. Patut diduga, mereka menutup-nutupi, warung remang-remang yang sering dijadikan tempat mesum," tegasnya kepada Tribun, Jakarta, Rabu (30/5/2012).

Ditegaskan, tindakan ini jelas-jelas tindakan sangat tidak profesional yang dipertontonkan oleh oknum TNI AL di Padang. Karenanya, tegas dia, perilaku arogan seperti ini tidak boleh dibiarkan. POM TNI AL harus mengusut tuntas kasus ini.

"Saya mendesak Panglima TNI untuk menindak tegas anak buahnya yang bertindak arogan dan melakukan tindak pidana (penganiayaan) seperti ini," ujarnya.

"Saya yakin dengan semangat profesionalisme yang sedang dibangun TNI, Panglima TNI tidak akan membiarkan munculnya asumsi, Panglima TNI melindungi atau membiarkan tindakan pelanggaran atau pidana yang dilakukan anak buahnya," katanya lagi.(Srihandriatmo Malau)

READ MORE»

Dua Mahasiswa Dikeroyok Puluhan Satpam Trans Studio

Dua Mahasiswa Dikeroyok Puluhan Satpam Trans Studio

SERAMBINEWS.COm, MAKASSAR - Dua mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dikeroyok puluhan Satuan Pengamanan (Satpam) Trans Studio di Jl Metro Tanjung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Rabu (30/05/2012).


Dua mahasiswa tersebut adalah Arwan Rahim (21) dan Madris (24) masing-masing mahasiswa Fakultas Hukum UMI.


Akibat penggeroyokan itu, Arwan mengalami luka di bagian punggung sebelah kiri terkena benda tajam, sementara Madris mendapat luka di bagian bibir.


"Mereka dikeroyok oleh satpam Trans Studio," kata Josi (26), rekan kedua korban, saat ditemui di SPK Polrestabes Makassar.


Kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu korban bersama puluhan rekannya sesama mahasiswa Fakultas Hukum UMI mendatangi Trans Studio. Kedatangan mereka untuk meminta pertanggungjawaban pihak Trans terkait hilangnya sepeda motor Ninja RR warna biru milik Madris.


"Kami datang dengan aksi damai. Hanya minta pertanggungjawaban pihak Trans. Kedatangan kami hanya untuk mediasi saja," tutur Josi Motor tersebut hilang di pelataran parkiran Trans Studio, 18 Mei lalu.


Ketika tiba di depan gerbang masuk Trans tersebut, sekitar 40 satpam menghalangi dan memukul para mahasiswa.


"Ada sekitar 40-an satpam yang datang dan memukul kami," kata Josi.


Kedua korban yang berada di depan, langsung dikeroyok. Akibatnya, Arwan mengalami luka tusuk benda tajam yang diduga kunci motor, sedangkan Madris terkena pukulan di bagian bibir.


"Kami langsung melaporkan kejadian itu ke sini (Polrestabes Makassar)," ujarnya.


Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi (Kompol) Mantasiah mengatakan belum mengetahui kasus tersebut.


Dia menjelaskan apabila mahasiswa tersebut melapor, pihaknya akan mengusut dan menyelidiki kasus penganiayaan itu.


"Kami akan melakukan penyelidiki kasus ini hingga tuntas," kata Mantasiah.

READ MORE»

Para Jurnalis Medan Protes Kekerasan Terhadap Pers

Para Jurnalis Medan Protes Kekerasan Terhadap Pers

SERAMBINNEWS.COM, MEDAN - Rasa peduli dan solidaritas terhadap sesama pekerja media membuat para jurnalis di Kota Medan tergerak untuk mengungkapkan keprihatinannya dengan aksi unjuk rasa, Rabu (30/5/2012). Hal ini terkait dengan tindak kekerasan yang dilakukan sejumlah personel Marinir di Padang, Sumatera Barat terhadap sejumlah awak media.


Belasan insan pers di Medan menggelar aksi solidaritas menentang tindak kekerasan itu di Bundaran Sudirman. Dalam unjuk rasa ini, para junalis cetak dan elektronik mengumpulkan kartu identitas dan kamera, sekaligus melakukan aksi diam. Sebagian bahkan melakban mulutnya. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas pembungkaman pers.


"Kami ingin peristiwa kekerasan ini diusut secara transparan hingga tuntas," kata Irsan Mulyadi dari Kantor Berita Antara yang menjadi pimpinan aksi "Jurnalis Medan Bersatu" di sela-sela unjuk rasa.


Menurut Irsan, kejadian serupa akan terus berulang jika tidak ada tindakan tegas kepada para pelaku. Apalagi tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan aparat TNI bukan pertama kali dilakukan.


Dalam aksinya, para jurnalis juga membawa sejumlah poster. Isinya mengecam tindak kekerasan yang dilakukan Marinir di Padang. Seperti diberitakan, belasan anggota Marinir TNI AL mengamuk saat warung remang-remang di kawasan Bungus, Padang, Sumatera Barat, dibongkar Satpol PP, Selasa (29/5/2012) malam.


Wartawan yang sedang meliput menjadi sasaran kemarahan mereka. Tiga wartawan terluka akibat dianiaya. Saat Satpol PP bersama warga melakukan pembongkaran, para Marinir berpakaian bebas dan preman sudah berada di lokasi. Tiba-tiba saja para Marinir langsung menyerang para wartawan. Mereka merebut paksa kamera, memori dan kaset, kemudian dihancurkan.


Diduga pemilik warung remang-remang yang beralih fungsi jadi tempat prostitusi itu mengalirkan uang pelicin ke anggota Marinir untuk menjadi beking. TNI AL sendiri sudah mengakui ada personel Marinir yang menjadi beking warung remang-remang. Marinir juga sudah menyatakan permintaan maaf atas insiden kekerasan itu. 

READ MORE»

Tuesday, May 29, 2012

Oknum PNS Selingkuh Digerebek Istri

Oknum PNS Selingkuh Digerebek Istri

SERAMBINEWS.COM, POLEWALI MANDAR - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sury, melaporkan suaminya, Rudy, ke polisi karena diduga berselingkuh dengan Nur, mahasiswi yang juga mantan pacar suaminya.


Sury memergoki Nur sedang berada di kamar kos suaminya. Ia memang tak menemukan Rudy sedang berduaan di kamar dengan Nur, namun hal itu cukup bukti baginya untuk melaporkan dugaan perselingkuhan.


Keberatan dengan sikap Rudy dan selingkuhannya Nur akhirnya Sury mengadukan kasusnya ke polisi. Kepada Penyidik di Polsek Wonomulyo, Polewali Mandar, Selasa (29/5/2012), Sury mengaku tidak terima perlakuan suaminya yang tega berselingkuh.


Di hadapan Polisi Nur mengaku terus terang sudah lama pacaran dengan Rudy. Nur bahkan mengaku sudah pacaran dengan Rudy sebelum menikah dengan Sury.


Sang suami yang menghadap ke polisi usai dilaporkan istrinya mengaku stres berat. Ia berdalih nekad berselingkuh dengan mantan pacarnya lantaran tidak tahan menerima perlakukan sang istri yang kerap membentak dan memukul dirinya saat pulang kerja.


Sebelumnya, pasangan suami istri bernama Rudy dan Sury itu memang sudah pisah ranjang. Mereka yang sama-sama pegawai negeri di Pemda Polewali Mandar yang sudah lama pisah ranjang karena terlibat cekcok soal urusan rumah tangga yang tak kunjung selesai.


Kabar perselingkuhan Rudy dengan perampuan lain sebetunya sudah lama terdengar di telinga Sury, namun karena kesulitan bukti ia kemudian membiarkan cerita tersebut.


Hingga akhirnya ia menemukan kesempatan mengecek rumah kos suaminya Rudy di Wonomulyo tak jauh dari tempat kerjanya.


Meski belum ada solusi terbaik untuk ketiganhya, namun ketiga belah pihak mencari jalan terbaik dari masalah ini sebelum sepakat mengambil langkah hukum.


Kanitres yang juga menjabat Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polsek Wonomulyo yang menerima pengaduan ini hanya memberi wejangan atau nasihat agar ketiga belah pihak terutama Rudy dan Sury agar kembali merenungkan hubungan rumah tangga mereka sebelum menempuh jalan hukum.

READ MORE»
Copyright 2011 Pilkada Aceh - Template by Kautau Dot Com - Editor premium idwebstore