Thursday, August 2, 2012

Pemuda Brazil Ini Dapat Hidayah Setelah Pulang Mabuk

Pemuda Brazil Ini Dapat Hidayah Setelah Pulang Mabuk

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Ini adalah kisah nyata seorang warga dari Brazil yang telah menemukan jalan hidupnya yang 'lurus', setelah sebelumnya bergelimang dengan dosa di bar-bar dan pesta-pesta malam di kota Rio Jeneiro. Nama pemuda ini Cassiano. Serambinews.com menurunkan kisah Cassiano menemukan Islam dari video yang dirilis sebuah televisi Dubai. Semoga bermamfaat adanya.

Cassiano bertutur...

Saya di lahirkan di Brazil, disebuah tempat bernama Petrolina. Semula saya berpikir, mengapa orang-orang beragama? Sebab bagi saya, agama itu hanya dongeng fiksi belaka. Saya pun mulai menjauhkan diri dari gereja, saya berpaling dan pergi bertentangan dengan agama. Saya tidak percaya pada apa pun soal agama, semuanya kelihatan seolah-olah seperti candaan. Waktu itu hari-hari yang saya jalani sangatlah sulit. Saya seperti bukan diri sendiri (hana tuso nan dro).

Bulan Februari, ketika saya sedang bermain gitar di sebuah karnaval kota Rio de Janeiro, saya menemukan diri saya dalam kesedihan luar biasa. Waktu itu bukanlah hari yang baik buat saya, sebab berbagai problema membebani pikiran saya. saya berjalan tak tentu arah dan kaki saya selanjutnya membawa saya pulang kerumah tanpa tujuan jelas. Saya berada dalam keadaan mabuk. Semua orang mabuk dan semua dimata saya kelihatan samar-samar. Saya merasakan malam itu adalah malam yang aneh sekali yang belum pernah saya rasakan.
 
Disaat perasaan saya sedang sedih, saya pergi mandi pada malam tersebut. Saya masuk ke kamar tidur dan melakukan sujud tanpa mengetahui apa arti sujud. Saya terus melakukannya dan menangis, ini sungguh aneh. Saya berkata, "Ya Tuhan, keluarkanlah saya dari negara ini atau saya akan mati". Hati saya sangat sesak waktu itu.

Sebulan selepas peristiwa malam yang aneh itu, saya 'secara aneh' sudah berada di negara Dubai. Semula saya tidak tau apa Dubai.

Ceritanya, ketika itu ada seorang teman saya (dia wanita) yang mengundang saya pergi ke Dubai secara cuma-cuma, saya betul-betul tidak menyangka semua itu terjadi begitu cepat, inilah yang saya sebut tadi aneh. Teman saya ini memberi informasikan apapun tentang Dubai kepada saya. Ketika tiba di Dubai, saya bertanya kepada dia:

"apa itu Dubai?"

Dia menjawab, "Dubai terletak di Timur Tengah, di Teluk Persia."

Saya berkata, "Berhati-hatilah, mereka lagi berperang, dan mereka adalah Muslim. Berhati-hatilah dengan orang Islam. Mereka akan membunuh anda!"

Dia tertawa dan berkata, "Bukan, bukan demikian disini." Dia menambahkan, "Saya juga seorang Muslim."

Saya tidak menyangka lalu saya berkata, "Wah, anda seorang Muslim?? Berhati-hatilah!"

Dia berkata, "Anda harus datang dan melihat sendiri jika benar seperti yang anda katakan."
 
Saya tiba di Dubai dengan tidak mengeluarkan uang sepeserpun, semuanya ditanggung oleh teman saya itu. seolah-olah Allah telah membawa saya keluar dari Brazil dan pergi ke Dubai.

Selama dua bulan tinggal di Dubai, saya memeluk agama Islam dan mengucapkan syahadah karena saya berpikir sebelumnya saya berada dijalan yang sangat sesat. Disana Islam menjelaskan semua apa yang saya lakukan sebelumnya secara gamblang dan transparan sekali sehingga membuat saya sangat bersalah ketika mengingat masa lalu namun saya bersyukur kini telah menemukan jalan yang tepat.

Adel, yang membawa saya ke Dubai itu sudah saya anggap seperti saudara saya. Dia merupakan teman terbaik saya di Dubai. Dia membantu saya dalam segala hal dalam langkah saya sebagai muallaf. Kami banyak sekali berdiskusi masalah agama. Alhamdulillah, dia merupakan rekan terbaik saya. Dia tidak lelahnya menjelaskan Islam kepada saya.

Hal pertama yang saya tanyakan berkaitan Islam adalah, "Adakah kita perlu shalat setiap hari?"

Dia berkata, "Ya".

Saya mengulangi pertanyaan saya, "Anda shalat setiap hari?!"

Dia menjawab, "Ya, setiap hari," jawabnya lagi.

Satu hal yang menarik bagi saya dalam Islam adalah soal berwudhu (bersuci). Islam mengajarkan kita selalu harus mandi dalam setiap selesai kegiatan. Kita mandi untuk pergi kerja. Kita mandi untuk bertemu teman. Intinya kita harus bersih dan wangi. Kita harus bersuci dalam setiap hidup kita karena Allah menyukai hamba-NYA yang bersih (suci).

Ketika kita menghadap Allah kita juga harus bersih dengan bersuci lebih dahulu dan berdandan dengan sopan sesuai tuntunan. Maka sangatlah salah kalau kita tidak mandi atau bersuci saat bertemu dengan Allah, mengapa? Jika Anda ingin menemui raja, sudah pasti anda akan memakai wewangian dan berpakaian rapi untuk berjumpa dengan raja. Karenanya, jika anda ingin menemui Tuhan, sudah tentu anda tidak akan menemui-Nya dengan keadaan badan kotor dan bau. Inilah yang membuat saya kagum.

Saya merupakan anak tunggal dalam keluarga. Saya menemui saudara dalam Islam ketika saya berjumpa dengan Adel. Ibu saya sebetulnya tidak pernah menemui Adel, tetapi dia berkata kepada saya, "Cassiano, anda telah mempunyai seorang saudara, maka dia juga adalah anak saya. Kini dia saya anggap sebagai anak saya". Saya sangat terharu mendengar semua itu.

Kami sungguh gembira dapat bertemu. Ini seperti sesuatu yang telah direncanakan. Allah telah merencanakan segalanya buat saya lewat Adel. Dia punya rencana untuk menjalin hubungan antara manusia. Dia membawa saya keluar dari Brazil lewat Adel. Dari Rio de Janeiro dan pergi ke tempat yang sangat jauh di Dubai tanpa mengeluarkan sedirham uang sekalipun, semua itu berkah tuntunan Allah. Saya sempat pulang ke Brazil dan kemudian kembali lagi ke Dubai lagi-lagi tanpa  sedikitpun mengeluarkan dirham. Allah pasti telah merencanakannya untuk saya. Saya yakin semua ini berjalan menurut ketetapan-Nya.

Waktu saya pertama sekali hendak mengucapkan kalimah syahadat, saya diajak menunaikan shalat jumat berjamaah disebuah masjid besar di Sharjah. Masjid itu dipenuhi ribuan jamaah. Ketika shalat selesai, saya mulai dituntun melafazkan syahadah, dan mereka tahu bahwa saya dari Brazil. Semua orang mengatakan "Dia dari Brazil, dia pintar sepakbola."

Saya kelihatan begitu gagah sekali. Semua datang mengucapkan tahniah kepada saya. Hampir dua jam saya berdiri menerima pelukan, ciuman dan ucapan tahniah dari mereka, malah ada yang menghadiahkan buku. Begitu mengharukan. Setiap orang seperti saudara saya. Saya anak tunggal, kini saya seperti memiliki banyak saudara, Alhamdulillah saya sungguh merasa bahagia.

Saya punya keluarga di Dubai dan mereka adalah keluarga Adel yang sudah saya anggap keluarga saya sendiri. Kini saya punya ibu angkat dan mereka benar-benar melayani saya seperti anak mereka sendiri.

Jujur saya sudah menemukan kedamaian dalam Islam dan di Dubai, hal yang tidak saya temui dikampung saya. Sahabat yang baik, saudara yang baik yang tidak saya miliki di Brazil.

Dulu ketika saya punya teman di Brazil, teman itu selalu mengajak saya ke tempat maksiat seperti bar atau ketempat pesta-pesta yang merusak moral, ya hanya untuk berbuat dosa. Kini setelah memeluk agama Islam dan pulang ke Brazil, mereka berkata, "Cassiano tidak lagi minum. Dia telah menjadi seorang muslim. Jangan ajak dia." Lalu mereka menjauhkan diri dari saya. Tapi bagi saya ini soal pilihan.

Di Dubai, saya tidak lagi bisa tinggal disuatu tempat yang tidak punya masjid. Saya sudah sangat terpesona dengan Masjid. Masjid merupakan bangunan yang indah dan menakjubkan bagi saya. Saya merasa nyaman tinggal dekat masjid dan melakukan ibadah dalam masjid.

Suatu hari seorang teman saya bernama Syeikh Yahya menelepon saya dan berkata, "Cassiano, telepon nomor ini, mereka akan melakukan umrah". sambil memberikan sebuah catatan nomor baru.

Saya pun menelepon. Seseorang bernama Ahmad menjawab dari seberang telepon dan berkata, "Mohon maaf karena rombongan kami telah lengkap 15 orang".

Saya berkata, "Benar demikian?"

Dia berkata, "Ya." Kemudian dia bertanya kepada saya, "Siapa nama anda?"

Saya berkata, "Saya Cassiano dan saya benar-benar ingin melakukan umrah. Ini merupakan sesuatu yang baru buat saya. Saya baru memeluk Islam kira-kira 3 tahun."

Dia menelepon saya pagi keesokan harinya dan berkata, "Ada seorang yang tidak dapat pergi. Oleh karenanya anda bisa mengantikan tempatnya."

Alhamdulillah, Allah memudahkan perjalanan saya. Allah memelihara saya. Saya benar-benar dapat merasakannya. Saya merasakan bahwa Allah-lah yang menjaga kehidupan saya dan diri saya.

Kami tiba di kota Madinah. Hotel penginapan kami berdekatan dengan masjid Nabi Muhammad Saw (masjid Nabawi). Kami merasa gembira karena dapat berdekatan dengan tempat mulia ini. Orang-orang di Madinah begitu ramah sekali. Mereka membuka salah satu pintu untuk kami supaya kami bisa melihat bagian makam Nabi Muhammad Saw.

Polisi yang berdiri disisi makam memberitahu saya, "Marilah kesini dan ucapkan salam kepada Nabi". Sayapun melakukannya dan berdoa semoga Allah memberikan bimbingan buat orang tua saya dan semua orang, saya merasa lapang dan mulai menangis.

Selepas ini, kami tinggal tiga hari di Madinah dan mulai perjalanan menuju Mekah untuk bersalin pakaian Ihram. Ketika memasuki Masjidil Haram dan melihat Ka'bah, yang kebetulan waktu itu masuk jadwal shalat dzuhur, semua berbaris untuk menunaikan shalat bersama.

Saya melihat Ka'bah, saya mula menangis kembali dan menangis sepanjang menunaikan shalat. Saya tidak tahu itu terus terjadi. Yang terjadi seolah-olah seperti melakukan shalat lima waktu setiap hari ke arah tersebut dan saya berada disitu seakan sangat lama. Ini tempat yang sangat istimewa. Bagi saya, Masjidil haram merupakan sebuah tempat yang terbaik di muka bumi ini. Saya benar-benar gembira karena dapat berada di Madinah dan Mekkah. Saya sungguh terpesona dan saya sangat terharu.

Keimanan saya menyebabkan hati saya tenang dan mantaf. Saya sungguh-sungguh mencintai Allah. Kalau dulu begitu banyak masalah yang saya hadapi, kini Allah merupakan yang pertama dalam hidup saya tempat mengadu. (Serambinews.com/H)

READ MORE»

Wednesday, August 1, 2012

Inilah Hukum Islam Ala Jihadis Mali, Warga Kabur

Inilah Hukum Islam Ala Jihadis Mali, Warga Kabur

SERAMBINEWS.COM, MALI - Sebuah situasi yang membingungkan sedang terjadi di Mali. Kelompok-kelompok yang mengklaim dirinya sebagai 'Islam Garis Keras' telah membuat masyarakat disana ketakutan dan memilih mengungsi.

Timbuktu, daerah luas di Mali utara telah menjadi basis kelompok Islam Garis Keras yang telah memperkenalkan dirinya kaum Jihadis Islam dan telah memberlakukan aturan Islam dengan sangat ketat, tetapi dengan sistem penerapan hukuman yang mereka pertontonkan didepan masyarakat, telah menyebabkan ribuan orang bermigrasi daerah-daerah lain.

Menurut para ahli, situasi semakin ketat di Mali terutama di wilayah utara yang meliputi kota terkenal dan sejarah Timbuktu. Mereka, lapor Islam News, telah mengambil kontrol penuh dan menerapkan sistem peradilan Islam yang ketat ala mereka sehingga menyebabkan masalah bagi orang yang hidup di sana.

Para ahli mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa Mali Utara telah menjadi magnet dan daya tarik para pejuang mirip Taliban di Afganistan untuk bergabung dengan kelompok jihad lokal setempat.

Mereka mengatakan bahwa Mali utara sekarang tampak seperti Afghanistan yang dipenuhi jihadis Islam yang menerapkan pemikiran Islam yang ketat. Mereka tidak segan-segan mengadili pelaku maksiat. Dengan senjata berat mereka menerapkan hukum secara tegas. lapor Islam News.

Kamp pengungsi darurat di Mbera, pesisir Mauritania timur adalah saksi dari kaum jihadis Mali Mali.

Kondisi pengungsi di kamp Mbera Mali dilaporkan menyedihkan karena banyak dari mereka sakit, lapar dan bingung. Namun demikian mereka mengakui berada dalam kondisi lebih baik di kamp pengungsi dari rumah mereka. Mereka malah ketakutan kalau berada dirumah atau keluar sembarangan karena pasukan-pasukan jihad ada dimana-mana untuk bertanya.

Mereka terkadang mengatakan bahwa mereka digunakan untuk menyaksikan sebuah hukuman cambuk atau rajam yang kerap dilaksanakan dijalan-jalan Mali. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka telah pernah kena hukuman.

Para pengungsi berbicara tentang pria bersenjata berat dari sejumlah ras, bangsa dan bahasa. Salah satu berkata, "Hitam, coklat, kuning, putih sekarang mengendalikan jalanan," lapor situs Islam tersebut.

"Mereka telah benar-benar merubah cara hidup kami. Mereka telah memberlakukan semacam agama yang belum pernah kami lihat. Anda bahkan tidak dapat berjalan dengan istri Anda. Kami seperti tahanan." sambungnya.

Baru-baru ini, kelompok garis keras yang menguasai Aguelhok, sebuah kota di Mali utara, telah merajam pasangan yang mereka klaim telah hidup serumah tanpa menikah hingga tewas.

Pria itu dikeluarkan dari rumah dan ditanam dalam sebuah lubang setengah badan. Dihadapan sekitar 200 orang yang memakai penutup wajah, pasangan itu ditimpuki dengan batu cadas hingga tewas. Kabarnya pasangan yang dihukum tersebut telah kumpul kebo hingga memiliki dua anak, yang kecil masih berusia enam bulan.

"Saya berada di sana. Muslim garis keras membawa pasangan tanpa nikah itu ke pusat kota Aguelhok. Pasangan itu ditempatkan didua lubang dan orang-orang garis keras melempari mereka dengan batu hingga tewas," kata seorang pejabat pemerintah daerah yang tidak bersedia disebutkan namanya, Senin (30/7/2012) waktu setempat, seperti disitat AFP.

"Wanita itu pingsan setelah beberapa lemparan pertama," ungkap pejabat itu, seraya menambahkan pria pasangannya sempat berteriak keras sampai kemudian terdiam dalam lubang dengan kondisi mengenaskan. (Serambinews.com/H)

READ MORE»

Imam Besar Pro Assad Diculik Pria Bersenjata

Imam Besar Pro Assad Diculik Pria Bersenjata

SERAMBINEWS.COM - Beberapa pria tak dikenal yang bersenjata menculik Sheikh Mahmoud Hassoun, saudara laki-laki Imam Besar Badruddien Hassoun.


Mahmoud Hassoun diculik saat Shalat Tarawih di Masjid Osama bin Zaed di Aleppo dan dibawa ke tempat yang tak diketahui.


Mufti Suriah itu dikabarkan menjadi sasaran akibat sikapnya yang mendukung pemerintah Presiden Bashar al-Assad, baru-baru ini telah kehilangan putranya yang juga dibunuh oleh kelompok bersenjata di Aleppo.


Beberapa kejadian belum lama ini menunjukkan krisis di Suriah telah mengarah ke perang saudara, seperti yang diberitakan AFP.


Dua hari sebelumnya, seorang Imam lain, Abdul-Latif ash-Shami, diculik dari satu masjid di Aleppo dan belakangan ditemukan sudah dibunuh.

READ MORE»

Tuesday, July 31, 2012

Bendera Amerika Masih Berkibar di Bulan

Bendera Amerika Masih Berkibar di Bulan

SERAMBINEWS.COM - Citra yang diambil oleh wahana antariksa milik NASA menunjukkan bahwa bendera yang ditancapkan di tanah Bulan dalam misi Apollo masih tetap tegak berdiri dan berkibar.


Citra yang diambil oleh wahana Lunar Reconaissance Orbitter (LRO) menunjukkan masih adanya bayangan bendera itu, kecuali satu bendera yang ditancapkan pada misi Apollo 11.


Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Buzz Aldrin yang mengungkapkan bahwa bendera misi Apollo 11 ambruk akibat semburan Apollo 11 saat akan meninggalkan Bulan.


Diketahui, setiap misi Apollo yang mendarat di Bulan menancapkan bendera ke permukaan satelit Bumi tersebut, tak terkecuali misi Apollo 11.


LRO sendiri telah didesain untuk memetakan permukaan Bulan secara detail. LRO juga  telah menghasilkan citra situs pendaratan misi Apollo serta kawah-kawah Bulan.


Sebelum ini, foto obyek yang diduga merupakan bayangan bendera dalam misi Apollo pernah didapatkan. Namun, kebenaran dalam foto itu belum bisa dibuktikan.


Kini, LRO mendapatkan foto yang sama dari sisi yang berbeda. Wahana itu mendapatkan citra bayangan di tempat bendera misi Apollo diduga berada.


Mark Robinson, ilmuwan untuk instrumen kamera LROC mengatakan di blog-nya, "Dari citra LROC, sudah pasti sekarang bahwa bendera Amerika masih tetap berdiri dan memantulkan bayangan di semua tempat, kecuali Apollo 11."


Robinson yang juga ilmuwan dari Arizona State University mengungkapkan, "Cara paling baik untuk memastikan bendera itu masih di sana adalah melihat rangkaian citra LROC pada waktu yang berbeda dalam sehari, melihat bayangan yang mengelilingi bendera itu."


Seperti dikutip BBC, Senin (30/7/2012), Robinson menuturkan, "Secara personal, saya terkejut bendera itu masih survive menghadapi sinar ultraviolet dan temperatur di permukaan Bulan."


Misi LRO dimulai pada tahun 2009. Misi ini bertujuan mengidentifikasi mineral dan sumber daya lainnya yang ada di Bulan, sekaligus menjajaki situs pendaratan di masa depan.

READ MORE»

Monday, July 30, 2012

IKADI Desak Pemerintah Aceh Bantu Muslim Myanmar

IKADI Desak Pemerintah Aceh Bantu Muslim Myanmar

Laporan Zainal Arifin M Nur | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Banda Aceh, Tgk Mulyadi Nurdin Lc, mendesak Pemerintah Aceh untuk ikut peduli dengan penderitaan yang dialami oleh warga muslim Rohingya di Myanmar.

"Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, Pemerintah Aceh sudah sepatutnya menggalang bantuan kemanusiaan untuk membantu pengungsi Rohingya. Pemerintah harus mengisiasi kegiatan amal dan doa bersama untuk keselamatan kaum muslimin di Myanmar," kata Mulyadi dalam siaran pers kepada Serambinews.com, malam tadi.

Mulyadi Nurdin juga berharap Pemerintah Indonesia sebagai negara muslim terbesar dunia dan negara penting di ASEAN, proaktif melakukan aksi nyata untuk mendesak dunia supaya mengusut tindakan pembasmian etnis Rohingya di Myanmar.

"Tindakan pembantaian tersebut telah melanggar nilai universal tentang hak asasi manusia dan merusak citra ASEAN yang selama ini dikenal aman dan menghargai perbedaan etnis dan agama," kata dia. 

Pemerintah Indonesia, kata Mulyadi, bisa melakukan tindakan nyata, misalnya dengan memberikan perlindungan terhadap muslim Rohingya dan menggagas pengusutan potensi pelanggaran HAM berat oleh junta militer Myanmar. Sebagai anggota PBB, Indonesia juga harus berperan aktif membawa kasus pembantaian itu untuk dibahas di PBB," kata dia. 

Mulyadi Nurdin juga menyayangkan lembaga-lembaga HAM di Indonesia yang vokal terhadap isu di dalam negeri, tetapi diam seribu bahasa terhadap isu HAM di Myanmar. "Padahal mereka juga harus bersuara, meski kasus ini terjadi di luar negeri, karena HAM itu bersifat universal, tanpa batas negara," kata dia. 

Mulyadi Nurdin juga mengharapkan lembaga dan ormas keislaman lainnya di Indonesia turut berperan dalam mendesak Myanmar untuk menghentikan pembantaian etnis Rohingya, dan mendesak dunia untuk menyeret pelakunya ke Mahkamah Internasional.(*)

READ MORE»

Anjas Asmara Tewas Tertimpa Pohon Sawit

Anjas Asmara Tewas Tertimpa Pohon Sawit

Laporan Parlaungan Lubis | Medan


SERAMBINEWS.COM, MEDAN รข€"
Kegiatan replanting kebun sawit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 2, Tanjung Garbus Pagar Merbau (TGPM) memakan korban jiwa. Anjas Asmara (13) penduduk Dusun I, Desa Tanjung Garbus Kampung, Kecamatan Pagar Merbau, tewas ditempat, setelah  ditimpa pohon kelapa sawit, di afdeling satu kebun Tanjung Garbus , Senin (30/7/2012).

Korban tewas setelah kepalanya remuk tertimpa pohon sawit. Saat itu kebun Tanjung Garbus PTPN 2 sedang melakukan kegiatan replanting untuk menanam kembali lahan HGU-nya dengan tanaman sawit yang baru. Korban saat itu, berada dilokasi untuk mengambil buah sawit dari tanaman yang telah ditebang menggunakan alat berat.(lau)


READ MORE»
Copyright 2011 Pilkada Aceh - Template by Kautau Dot Com - Editor premium idwebstore