Saturday, March 31, 2012

Kalah, Arsenal Dalam Jangkauan "Spurs"

Kalah, Arsenal Dalam Jangkauan "Spurs"

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Arsenal menyerah 1-2 kepada Quuens Park Rangers (QPR), di Loftus Road, Sabtu (31/3/2012). Ini adalah kegagalan menang pertama Arsenal dalam delapan laga terakhir di Premier League.

Dengan hasil tersebut, Arsenal duduk di peringkat ketiga dengan 58 poin dari 31 pertandingan atau unggul tiga angka dari Tottenham Hotspur, yang baru bermain 30 kali. Sedangkan QPR berada di peringkat ke-17 dengan 28 poin.

Gol tuan rumah diciptakan gelandang Adel Taarabt pada menit ke-22. Dengan kaki kanan, ia melesatkan bola kiriman Clint Hill dari tengah kotak penalti ke sudut kiri bawah gawang Wojciech Szczesny.

Arsenal menyamakan kedudukan melalui Theo Walcott pada menit ke-37. Memanfaatkan umpan Robin van Persie, Walcott melepaskan tembakan yang membentur tiang. Walcott berhasil menguasai bola muntah dan meloloskannya ke gawang Patrick Kenny.

Gelandang Samba Diakite memulihkan keunggulan QPR pada menit ke-66. Dari tengah kotak penalti, ia menyepak bola kiriman Jamie Mackie masuk sudut kiri atas gawang Arsenal.

Menurut catatan Premier League, selama pertandingan, Arsenal menciptakan tujuh peluang emas dari 12 usaha. Adapun QPR melepaskan delapan tembakan akurat dari sembilan percobaan.

Susunan pemain:
QPR: 1-Patrick Kenny; 3-Clint Hill, 35-Anton Ferdinand, 34-Taye Taiwo, 42-Nedum Onuoha; 2-Samba Diakite, 4-Shaun Derry, 17-Joey Barton, 7-Adel Taarabt; 12-Jamie Mackie, 52-Bobby Zamora (32-Shaun Wright-Phillips 90)

Arsenal: 13-Wojciech Szczesny; 5-Thomas Vermaelen, 6-Laurent Koscielny, 28-Kieran Gibbs (29-Marouane Chamakh 81), 3-Bacary Sagna; 8-Mikel Arteta (15-Alex Oxlade-Chamberlain  81), 17-Alex Song, 7-Tomas Rosicky, 14-Theo Walcott; 10-Robin van Persie, 16-Aaron Ramsey (27-Gervinho 70)

Wasit: Mike Dean

READ MORE»

Cawalkot Todong Simpatisan PA

Cawalkot Todong Simpatisan PA

* Pengacara: Klien Saya Membela Diri

LHOKSEUMAWE - Seorang simpatisan Partai Aceh (PA), Ismail Husen (67) membuat pengaduan ke polisi karena ditodong dengan senjata api (pistol) oleh calon wali kota (cawalkot) Lhokseumawe, HM Yusuf Ismail Pase, Jumat (30/3) pagi. Dari pengacara Yusuf Ismail Pase diperoleh konfirmasi aksi itu terjadi karena banyak baliho dan atribut kampanye milik kliennya rusak dan hilang.

Pihak Polres Lhokseumawe membenarkan telah menerima pengaduan Ismail Husen dan kasusnya sedang diproses sesuai hukum. Dalam pengaduan ke polisi, si pelapor mengaku sebagai simpatisan PA.

Menurut pelapor, dia ditodong dengan pistol oleh HM Yusuf Ismail Pase, cawalkot Lhokseumawe nomor urut 2 di sebuah warung kopi, persimpangan Kompleks BTN Panggoi Bawah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (30/3) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Ismail Husen yang ditemui Serambi di Mapolres Lhokseumawe menceritakan, saat kejadian ia sedang duduk di warung kopi. Tiba-tiba datang Yusuf Ismail Pase memperlihatkan segenggam kertas putih sambil mengatakan dirinya (Ismail Husen) tidak tahu diri. “Kertas yang ada di genggamannya ditempelkan ke muka saya,” kata Ismail Husen. Tak dijelaskan kertas apa yang ada di genggaman Yusuf Ismail Pase waktu itu.

Mendapatkan perlakuan itu, Ismail Husen langsung bangun. Pada saat bersamaan Yusuf Ismail Pase mengeluarkan senjata jenis pistol sambil mengokang dan mengarahkan ke Ismail Husen. “Saya langsung bilang, kalau mau tembak, tembak saja. Tak lama kemudian langsung datang warga melerai,” demikian pengakuan Ismail Husen.

 Membela diri
Calon Wali Kota (Cawalkot) Lhokseumawe, HM Yusuf Ismail Pase yang dimintai konfirmasinya terkait aksi penodongan senjata (pistol) kepada salah seorang simpatisan PA membenarkan kejadian itu yang menurutnya sebagai aksi spontan membela diri. “Untuk lebih jelasnya hubungi saja pengacara saya, karena saya sudah membentuk tim pengacara untuk kasus ini,” kata Yusuf Pase yang juga dikenal sebagai aktivis kemanusiaan dan advokat/pengacara senior di Aceh.

Syukri SH selaku Ketua Tim Pembela HM Yusuf Ismail Pase SH yang dimintai tanggapannya mengatakan, kasus itu berawal dari banyaknya baliho dan stiker klien-nya di kawasan Kompleks Panggoi hilang. Bahkan, baru-baru ini stiker yang ditempel di pagar rumahnya juga ada yang mencopot. “Klien saya menempel lagi sehingga saat dicopot lagi untuk kedua kalinya ada yang melihat pelaku yang mencopot stiker tersebut,” kata Syukri.

Pada Jumat (30/3) pagi, setelah berolahraga, klien-nya membeli nasi di salah satu warung jalan masuk ke Panggoi. Di warung itu Yusuf Pase melihat Ismail Husen kemudian menegur yang bersangkutan supaya tidak mencabut stikernya sampai ke pagar rumah.

“Mendapat teguran itu, Ismail Husen marah kemudian hendak memukul dengan piring dan gelas, bahkan menendang meja dan kursi. Meski sudah dilerai warga, tapi berusaha memukul lagi. Karena khawatir dia memiliki senjata, kemudian klien saya menodongkan senjata ke kepalanya, meski kemudian senjata itu diamankan lagi. Klien saya membawa senjata karena khawatir terjadi hal-hal yang tak dinginkan. Senjata itu memiliki izin dari polisi,” demikian Syukri SH.(c37/bah)


tanggapan mereka

Akan Kita Proses


KITA sudah menerima laporan dari Ismail Husen (67) yang mengaku ditodong dengan pistol oleh HM YUsuf Ismail Pase. Yang pastinya pengaduan itu akan kita tindaklanjuti dan akan kita proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
* AKP Galih Indragiri, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe.(bah)

Sangat Disayangkan

INI kejadian yang sangat disayangkan yang menimpa simpatisan partai kami (PA). Karenanya kami mengharapkan agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas sesuai dengan laporan korban.
* Nasrullah Dahlawy, Jubir PA Pase (Aceh Utara dan Lhokseumawe).(bah)


Enam Kasus

HINGGA Jumat (30/3) kita menerima pengaduan dari timses calon wali kota Lhokseumawe ada enam kasus terkait pengrusakan baliho. Yang paling banyak terjadi pengrusakan di kawasan Muara Satu milik pasangan dari jalur independen. Kita juga telah mengadakan rapat untuk menindaklanjuti kasus-kasus pengrusakan baliho. Kita akan panggil saksi untuk menindaklanjuti kasus pengrusakan itu.
* Ridwan Haji Ali, Ketua Panwas Lhokseumawe. (c37)

READ MORE»

Friday, March 30, 2012

Bentrok Polisi-Mahasiswa, Nomensen Mencekam

Bentrok Polisi-Mahasiswa, Nomensen Mencekam

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Hingga Jumat malam pukul 22.30 WIB, suasana di Universitas HKBP Nomensen Medan masih mencekam menyusul bentrok antara mahasiswa dengan polisi. Mahasiswa menyelamatkan diri ke dalam kampus ketika petugas mencoba meredam aksi mereka.


AKP Buala Zega, dari unit huru-hara menghimbau agar mahasiswa tidak lagi melakukan pelemparan dan menyerang petugas. Dia meminta agar mahasiswa meninggalkan kampus untuk pulang ke rumah masing-masing. Polresta Medan juga meminta bantuan untuk pengamanan aksi ini dari Sat Brimoda Sumut. Terlihat penjagaan ketat di kedua pintu masuk kampus ini.


Masyarakat yang berada di sekitar kampus ikut masuk ke lokasi aksi sehingga menyulitkan dan menambah ricuh aksi, namun akhirnya masyarakat menuruti himbauan polisi untuk keluar dari lokasi karena takut terkena lemparan batu.


Kendaraan Water Canon masih bersiaga di pintu masuk kampus. Mobil Baracuda polisi mendekati pintu sebelah kiri kampus di Jalan Timor, menyisir keberadaan warga dan mahasiswa yang masih bertahan. Jalan HM Perintis Kemerdekaan, Sutomo, lumpuh total. Mahasiswa di dalam kampus masih melakukan serangan-serangan kecil terhadap petugas.


Dalam aksi ini, sembilan orang mahasiswa sudah ditahan dan akan dibawa ke Polda Sumut. Dua orang petugas dikabarkan juga terluka. "Batu yang dilemparkan besar-besar sekali, mobil komandan Kompi Sat Brimob yang digunakan untuk PHH rusak," kata B Zega, Jumat malam (30/3/2012).


Ditanya sampai jam berapa akan dilakukan blokade aparat ini, B Zega tidak bisa memberi jaminan. "Kalau mahasiswa tidak keluar kampus kita akan tetap bertahan. Mereka sudah anarkis walau kita tidak tahu massanya mahasiswa atau tidak, tapi mereka sudah merusak fasilitas umum. Kita terus melakukan himbauan untuk menjamin keselamatan dan keamanan mahasiswa jika mau meninggalkan kampus," tegasnya.

READ MORE»

Mahasiswa Universitas Nommensen Rusak Dua Pos Polisi

Mahasiswa Universitas Nommensen Rusak Dua Pos Polisi

Laporan Rahmad Wiguna | Medan


SERAMBINEWS.COM, MEDAN
- Puluhan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen hingga Jumat (30/3/2012) sore terus memblokade ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan Timur.

Selama melakukan aksinya, mahasiswa sudah merusak dua Pos Polsek Medan Timur yang berdiri dsi sisi kiri dan kanan kampus tersebut. Massa juga menghancurkan traffick light menggunakan kayu.  Sebelumnya mahasiswa Universitas Dharma Agung membakar Pos Polsek Medan Baru. (Rahmad Wiguna)

READ MORE»

Thursday, March 29, 2012

Demo 21 Kepala Daerah Dievaluasi

Demo 21 Kepala Daerah Dievaluasi

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA  - Kementerian Dalam Negeri mengevaluasi 21 kepala daerah, yang ikut menolak kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Setidaknya, teguran siap dilayangkan kepada para kepala daerah yang dinilai "mbalelo" terhadap kebijakan pemerintah pusat.


"Sejauh ini sudah 21 kepala daerah dievaluasi, karena menolak kenaikan harga BBM. Ini melanggar etika penyelenggara pemerintahan," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Kamis (29/3/2012) malam di Jakarta.


Kebanyakan, kepala daerah yang menolak rencana kenaikan harga BBM berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Beberapa kepala daerah asal PDIP yang berunjuk rasa menentang kebijakan ini adalah Wali Kota Malang Peni Suparto, Wali Kota Probolinggo M Buchori, Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono.


Sebagian lainnya ikut menandatangani pernyataan penolakan kenaikan harga BBM, atau menyatakan menolak kenaikan harga BBM di wilayahnya.


Mereka antara lain Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Bupati Magetan Sumantri, Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih, Wakil Bupati Brebes Idza Priyanti, Wakil Bupati Jember (nonaktif) Kusen Andalas, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Klungkung Wayan Candra, Wakil Bupati Buleleng Made Arga Pynatih, Wakil Wali Kota Denpasar GN Jaya Negara, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dan Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan.


Gamawan mengatakan, pihaknya menegur para kepala daerah tanpa melihat asal partai politiknya. Setelah menjadi kepala daerah, semestinya sudah tidak ada lagi "baju" partai. Karenanya, beberapa kepala daerah yang bukan berasal dari PDIP juga akan ditegur.


Mereka antara lain Bupati Bangkalan Fuad Amin (PKB), Bupati Ponorogo Amin (Partai Golkar), Wakil Bupati Bone Andi Said Pabokori (Partai Demokrat), dan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan (Partai Demokrat).


"Karena belum menjadi undang-undang, kami hanya menegur karena pelanggaran etika penyelenggara pemerintahan. Sebab kepala daerah adalah subsistem dari pemerintah pusat," tutur Gamawan.


Bila kebijakan ini sudah disetujui DPR dan masuk dalam Undang-undang Perubahan APBN, pemberhentian dapat dilakukan. Namun, kata Gamawan, Kemendagri masih akan mengevaluasi. Pemberhentian tetap memerlukan mekanisme yang panjang, mulai dari interpelasi DPRD, pengajuan ke Mahkamah Agung, lalu diusulkan DPRD, baru terakhir ditetapkan pemerintah pusat.


READ MORE»

Mereka Ajarkan Islam Langsung di Depan Kabah

Mereka Ajarkan Islam Langsung di Depan Kabah

SERAMBINEWS.COM - Seorang pria nampak hangat mengajak bicara seorang anak di sampingnya. Mereka adalah ayah dan putranya yang berumur sekitar lima tahun. Sang ayah baru saja memberi pengetahuan tentang tawaf, dan kenapa orang-orang berpakaian ihram mengelilingi Kabah.


Begitulah yang saya temui ketika salat jamaah di Masjidil Haram. Tak terhitung banyaknya orangtua membawa anak-anak mereka, perempuan, laki-laki untuk salat jamaah di masjid. Begitulah pemandangan yang mudah ditemui di sana.


Mereka sangat mendalami ajaran Rasulullah SAW, betapa seorang anak harus diperkenalkan kepada Allah dan rasul-Nya sejak dari buaian. Salah satu anggota rombongan asal Indonesia, yang saya temui di Masjidil Haram, tak sedikit membawa anak-anak mereka yang masih kecil.


Saat melaksanakan umrah empat hari lalu, saya banyak mendapati ayah bersama anaknya umrah bersama. Ketika tak kuat tawaf dengan mengelilingi Kabah tujuh putara, sang ayah meletakkan anaknya di pundak. Begitu juga ketika melaksanakan sa'i dari bukit Safa dan Marwa.


Pembelajaran hidup bukan saja ketika beribadah, usai itu orangtua mengumpulkan anak-anaknya di pelataran Masjidil Haram. Mereka sangat dekat, mengobrol satu sama lain, sambil memakan penganan yang mereka bawa.


Dalam buku Tarbiyah wa Ta'lim, tiga pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Wajar kiranya, jika pendidikan yang diajarkan keluarga sejak dini, membekas ketika anak-anak mereka kelak besar, dan membina hubungan rumah tangga.


Di Indonesia, pendidikan moral dalam keluarga semakin menipis. Tak sedikit orangtua yang jarang mengajarkan anak-anak mereka sejak kecil, karena disibukkan aktifitas mereka sehari-hari. Mereka berangkat kerja sebelum anak-anak mereka bangun, dan tiba ke rumah setelah anak-anak mereka tertidur.


Cukup beralasan jika para pemimpin bangsa di negeri kita kerap kali meneguhkan agar pendidikan dimulai dari dalam keluarga. Minimnya pendidikan seperti di atas, membuat anak-anak kehilangan sentuhan kasih sayang orangtua.


Walhasil, banyak anak-anak mencari pegangan lain di luar keluarga. Banyak anak-anak kita terjerumus narkoba, terlibat tawuran di sekolah, ketika mereka berada pada masa perlu mendapatkan bimbingan orangtua, baik mental dan spiritual. (Yogi Gustaman melaporkan dari Mekkah)

READ MORE»
Copyright 2011 Pilkada Aceh - Template by Kautau Dot Com - Editor premium idwebstore