Sunday, August 5, 2012

Tobatnya Seorang Penjahat

Tobatnya Seorang Penjahat

Oleh Ustad Jeffry Al Buchori


SERAMBINEWS.COM - DALAM sebuah majelis pengajian yang diselenggarakan oleh Imam Hasan Al-Bashri, hadirlah seorang penjahat. Beliau sendiri tidak pernah mengenalnya dan hanya tahu namanya saja. Orang menyebutnya sebagai Atabatul Ghulam. Semua orang mengenal kejahatan dan kekejamannya. Bahkan tokoh ini sudah layak disebut orang fasik.


Di tengah sesi tanya jawab, seorang jamaah pengajian mengajukan pertanyaan kepada Imam Hasan Al-Bashri, "Wahai syeikh! Bagaimana jika seseorang sudah sangat keterlaluan mengerjakan kemaksiatan, apakah dosanya dapat diampuni oleh Allah?"


Ulama besar dan tokoh sufi ini pun menjawab, "Apabila dengan penuh kesadaran dan dengan hati yang sungguh-sungguh ia bertobat menurut syarat-syaratnya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya, sekalipun dosanya itu seperti yang dilakukan Atabatul Ghulam."


Betapa terkejutnya tokoh penjahat ini ketika dirinya dijadikan contoh pelaku besar dosa besar. Namun, Allah tetap berkenan memberikan ampunan, seandainya ia mau bertobat dengan sepenuh hati.


Allah adalah Zat Yang Maha Pengampun. Luasnya ampunan Allah tidak dapat kita ukur atau kita batasi. Allah selalu membuka diri-Nya untuk memberi ampunan untuk setiap hambanya yang pernah menyimpang dari jalan-Nya.


Bertaburan ayat dalam Alquran dan hadis Nabi yang menunjukkan betapa Maha Pengampunnya Allah SWT. Tidak hanya akan mengampuni, bahkan dengan kasih sayang-Nya, Allah mengajak setiap pendosa untuk bersegera kembali kepada-Nya.


Allah SWT berfirman dalam Surah Ali `Imran,  "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabbmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan." (QS 3:133-134)


Bagaimana cara kita bertobat, Rasulullah SAW mengajarkan kita memohon ampunan kepada Allah. Beliau bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku membaca istigfar (minta ampun) dan bertobat kepada Allah setiap hari lebih dari 70 kali." (HR Bukhari).


Dalam hadis lain, dari Ibnu Umar, ia berkata kami menghitung dalam satu majelis bahwa Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut sebanyak seratus kali. "Ya Rabbku, ampunilah segala dosaku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat dan Engkau Yang Maha Penyayang." (HR Abu Dawud)


Ketahuilah saudaraku, bahwasanya Allah Mahaluas Ampuan dan Rahmat-Nya. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah membentangkan tangan rahmat-Nya pada waktu malam, agar orang yang telah melanggar perintah-Nya pada siang hari bertobat.  Dan, juga mengulurkan tangan rahmat-Nya pada waktu siang agar orang yang telah melanggar perintah-Nya pada waktu malam bertobat. Keadaan itu tetap berlangsung hingga matahari terbit dari arah timur." (HR Muslim).


Rasulullah juga bersabda, "Sesungguhnya Allah tetap menerima tobat hamba-Nya selama ruh belum sampai di tenggorokkan (hampir mati)." (HR Tirmizi, Ahmad, dan Ibnu Majah).


Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah berfirman, "Aku selalu bersama hamba-Ku apabila ia ingat kepada-Ku, dan ketika bibirnya bergerak menyebut nama-Ku." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).


Dari uraian di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Allah SWT menyeru hamba-Nya yang pernah melakukan maksiat agar memohon ampun dan bertobat kepada-Nya. Allah juga memerintahkan kepada Nabi-Nya agar menyeru umatnya untuk segera bertobat.


Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar (QS 39: 53-54), "Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,  janganlah kamu berputus asa dari nikmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong."


Saat ini kita tengah berada dalam bulan suci Ramadan. Bulan yang memiliki banyak keistimewaan dan kemuliaan melebihi bulan-bulan yang lainnya. Pada bulan ini, Allah SWT juga menurunkan rahmat yang berlimpah ruah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, serta menurunkan berkah dan magfirah-Nya.


Maka saudaraku, mari kita segera bergegas memohon ampunan dan pertobatan di bulan magfirah ini. (*)


READ MORE»

Friday, August 3, 2012

Tiga Rekomendasi OKI Untuk Rohingya

Tiga Rekomendasi OKI Untuk Rohingya

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Kuala Lumpur mengeluarkan tiga rekomendasi terhadap penyelesaian konflik Muslim Rohingya.

Pertama,  bantuan kemananusiaan melalui pembentukan internasional fund dan  dikoordinir dengan baik sehingga sampai ke korban kekerasan baik yang sudah menyelamatkan diri di Banglades maupun yang masih di Provinsi Arkine. Kedua, tim diplomasi secara kontinue menemui pemerintah Myanmar dan Banglades, agar sekatan-sekatan terhadap etnis Rohingya dicabut.

"Ketiga adanya penyeleseaian permanen masalah rohingya dengan pengakuan hak-hak dasar mareka seperti status warganegara, dan ini akan dilakukan pendekatan diplomatik baik melalui asean, OIC, dan PBB sehingga penderitaan Muslim Rohingya cepat berakhir," demikian sebut M Adli Abdullah kepada Serambinews.com mengutip pernyataan Kepala Divisi Kemanusiaan OKI Dubes Atta El Manan Bakhit di Royal Chulan Hotel Kuala Lumpur pada Jumat (3/8/2012)

Adli menuturkan, pertemuan itu  satu hari tersebut diadakan oleh OKI Urusan Kemanusian membahas isu permasalahan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya yang mendiami bagian barat Myanmar. Hadir dalam pertemuan perwakilan negara dan organisasi kemanusiaan internasional,

"Pertemuan konsultasi kemanusiaan ini dipimpin oleh Kepala Divisi Kemanusiaan OKI Dubes Atta El Manan Bakhit dengan sikap jelas yakni OKI mengutuk keras kekerasan terhadap masyarakat minoritas muslim Rohingya yang menderita sejak beberapa dekade, khususnya sejak Myanmar diperintah oleh junta militer pada tahun 1982," ungkap Adli  Sekretaris eksekutif International Concern Group For Rohingyas yang bermarkas di Bangkok .

Bakhit menyerukan seluruh anggota OKI dan masyarakat internasional meminta Myanmar menghentikan kekerasan terhadap minoritas muslim dan membawa pelaku kekerasan ke pengadilan dan mengakui hak-hak dasar masyarakat Rohingya khususnya status kewargenaraan dan mendapat perlakuan yang sama terhadap etnis rohingya sama dengan etnis lainnya di Myanmar.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia  Jusuf Kalla yang hadir bersama lembaga kemanusiaan dari Indonesia menyebutkan sangat prihatin dengan kondisi etnis minorita muslim Rohingya.

Mantan Wakil Presiden Indonesia itu menuturkan kasus etnis minoritas Muslim Rohingya ini lebih kejam dari lain konflik di rantau ini.  Menurutnya, ketidakstabilan di Myanmar mempengaruhi kestabilan wilayah lain. Maka anggota ASEAN, OIC, PBB harus turun tangan, jangan sampai menjadi ladang konflik baru. Dan harus diselesaikan secara damai dan harmoni.

"Belajar dari konflik Ambon antar warga Islam dengan warga Kristen dapat diselesaikan secara damai dan harmoni. Hal demikian juga bisa terjadi di sana," sebut M Adli Abdullah mengutip pernyataan Jusuf Kalla.


Sementara itu, perwakilan Arakan Rohingya Union (ARO) Kamaruddin menjelaskan Rohingya adalah bangsa minoritas yang paling teraniaya di dunia. Tidak ada negara yang mengakui padahal mereka telah mendiami daerah ini ratusan tahun, junta mengusir kami, memperkosa perempuan-perempuan, merampas harta, dikejar bagai binatang, Bangladesh memusuhi kami, kami dari etnis mayoritas di provinsi Arkhine yang terdiri 17 kabupaten.

"Sekarang kami menjadi minoritas di negeri kami, Tiada makanan untuk kami makan, walau untuk berbuka puasa, tiap hari dalam dua bulan ini korban meninggal kelaparan, dibunuh, disiksa dan lain-lain. Kain kafan pun tidak ada sehingga kami kebumikan dengan apa adanya," pinta Kamaruddin.

Pertemuan konsultasi ini diakhiri dengan beberapa rekomendasi untuk disampaikan dalam pertemuan pemimpin negara OIC di Mekkah pda 5 Agustus 2012 untuk mengakiri kekerasan terhadap etnis muslim Arakan

READ MORE»

Berwudhulah Sebelum Buka Puasa

Berwudhulah Sebelum Buka Puasa

SERAMBINEWS.COM - Berwudhu itu mustahab (disukai) setiap saat. Apalagi saat berbuka puasa karena berbuka puasa adalah bagian dari ibadah puasa.

Demikian dikatakan Ustad Faturahman. Namun diingatkannya setelah makan dan minum sebaiknya mulutnya dibersihkan dari sisa makanan yang dapat membuat salat tidak khusyuk.


Jika berwudhu dilakukan sebelum berbuka puasa agar tidak berebutan hingga menyebabkan salat tertunda, maka itu dianjurkan.  Berwudhu sebelum masuknya waktu salat termasuk bagian dari orang yang memperhatikan salat.


Hadis Rasulullah SAW: Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Sukakah engkau semua kalau saya tunjukkan akan sesuatu amalan yang dapat melebur semua kesalahan dan dengannya dapat pula menaikkan beberapa derajat?" Para sahabat menjawab, "Baiklah, ya Rasulullah." Beliau lalu bersabda, "Yaitu menyempurnakan wudhu,  sekalipun menemui beberapa hal yang tidak disenangi seperti terlampau dingin dan sebagainya, banyaknya melangkahkan kaki untuk ke masjid dan menantikan salat sesudah melakukan salat. Itulah yang dapat disebut ribath, perjuangan menahan nafsu untuk memperbanyak ketaatan pada Tuhan." (Riwayat Muslim).


Dengan demikian, orang yang berbuka puasa dan ia dalam keadaan berwudu, tentu tidak membatalkan wudhunya dan bahkan ia dapat segera mendirikan salat Magribnya.


READ MORE»

Thursday, August 2, 2012

Pemuda Brazil Ini Dapat Hidayah Setelah Pulang Mabuk

Pemuda Brazil Ini Dapat Hidayah Setelah Pulang Mabuk

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Ini adalah kisah nyata seorang warga dari Brazil yang telah menemukan jalan hidupnya yang 'lurus', setelah sebelumnya bergelimang dengan dosa di bar-bar dan pesta-pesta malam di kota Rio Jeneiro. Nama pemuda ini Cassiano. Serambinews.com menurunkan kisah Cassiano menemukan Islam dari video yang dirilis sebuah televisi Dubai. Semoga bermamfaat adanya.

Cassiano bertutur...

Saya di lahirkan di Brazil, disebuah tempat bernama Petrolina. Semula saya berpikir, mengapa orang-orang beragama? Sebab bagi saya, agama itu hanya dongeng fiksi belaka. Saya pun mulai menjauhkan diri dari gereja, saya berpaling dan pergi bertentangan dengan agama. Saya tidak percaya pada apa pun soal agama, semuanya kelihatan seolah-olah seperti candaan. Waktu itu hari-hari yang saya jalani sangatlah sulit. Saya seperti bukan diri sendiri (hana tuso nan dro).

Bulan Februari, ketika saya sedang bermain gitar di sebuah karnaval kota Rio de Janeiro, saya menemukan diri saya dalam kesedihan luar biasa. Waktu itu bukanlah hari yang baik buat saya, sebab berbagai problema membebani pikiran saya. saya berjalan tak tentu arah dan kaki saya selanjutnya membawa saya pulang kerumah tanpa tujuan jelas. Saya berada dalam keadaan mabuk. Semua orang mabuk dan semua dimata saya kelihatan samar-samar. Saya merasakan malam itu adalah malam yang aneh sekali yang belum pernah saya rasakan.
 
Disaat perasaan saya sedang sedih, saya pergi mandi pada malam tersebut. Saya masuk ke kamar tidur dan melakukan sujud tanpa mengetahui apa arti sujud. Saya terus melakukannya dan menangis, ini sungguh aneh. Saya berkata, "Ya Tuhan, keluarkanlah saya dari negara ini atau saya akan mati". Hati saya sangat sesak waktu itu.

Sebulan selepas peristiwa malam yang aneh itu, saya 'secara aneh' sudah berada di negara Dubai. Semula saya tidak tau apa Dubai.

Ceritanya, ketika itu ada seorang teman saya (dia wanita) yang mengundang saya pergi ke Dubai secara cuma-cuma, saya betul-betul tidak menyangka semua itu terjadi begitu cepat, inilah yang saya sebut tadi aneh. Teman saya ini memberi informasikan apapun tentang Dubai kepada saya. Ketika tiba di Dubai, saya bertanya kepada dia:

"apa itu Dubai?"

Dia menjawab, "Dubai terletak di Timur Tengah, di Teluk Persia."

Saya berkata, "Berhati-hatilah, mereka lagi berperang, dan mereka adalah Muslim. Berhati-hatilah dengan orang Islam. Mereka akan membunuh anda!"

Dia tertawa dan berkata, "Bukan, bukan demikian disini." Dia menambahkan, "Saya juga seorang Muslim."

Saya tidak menyangka lalu saya berkata, "Wah, anda seorang Muslim?? Berhati-hatilah!"

Dia berkata, "Anda harus datang dan melihat sendiri jika benar seperti yang anda katakan."
 
Saya tiba di Dubai dengan tidak mengeluarkan uang sepeserpun, semuanya ditanggung oleh teman saya itu. seolah-olah Allah telah membawa saya keluar dari Brazil dan pergi ke Dubai.

Selama dua bulan tinggal di Dubai, saya memeluk agama Islam dan mengucapkan syahadah karena saya berpikir sebelumnya saya berada dijalan yang sangat sesat. Disana Islam menjelaskan semua apa yang saya lakukan sebelumnya secara gamblang dan transparan sekali sehingga membuat saya sangat bersalah ketika mengingat masa lalu namun saya bersyukur kini telah menemukan jalan yang tepat.

Adel, yang membawa saya ke Dubai itu sudah saya anggap seperti saudara saya. Dia merupakan teman terbaik saya di Dubai. Dia membantu saya dalam segala hal dalam langkah saya sebagai muallaf. Kami banyak sekali berdiskusi masalah agama. Alhamdulillah, dia merupakan rekan terbaik saya. Dia tidak lelahnya menjelaskan Islam kepada saya.

Hal pertama yang saya tanyakan berkaitan Islam adalah, "Adakah kita perlu shalat setiap hari?"

Dia berkata, "Ya".

Saya mengulangi pertanyaan saya, "Anda shalat setiap hari?!"

Dia menjawab, "Ya, setiap hari," jawabnya lagi.

Satu hal yang menarik bagi saya dalam Islam adalah soal berwudhu (bersuci). Islam mengajarkan kita selalu harus mandi dalam setiap selesai kegiatan. Kita mandi untuk pergi kerja. Kita mandi untuk bertemu teman. Intinya kita harus bersih dan wangi. Kita harus bersuci dalam setiap hidup kita karena Allah menyukai hamba-NYA yang bersih (suci).

Ketika kita menghadap Allah kita juga harus bersih dengan bersuci lebih dahulu dan berdandan dengan sopan sesuai tuntunan. Maka sangatlah salah kalau kita tidak mandi atau bersuci saat bertemu dengan Allah, mengapa? Jika Anda ingin menemui raja, sudah pasti anda akan memakai wewangian dan berpakaian rapi untuk berjumpa dengan raja. Karenanya, jika anda ingin menemui Tuhan, sudah tentu anda tidak akan menemui-Nya dengan keadaan badan kotor dan bau. Inilah yang membuat saya kagum.

Saya merupakan anak tunggal dalam keluarga. Saya menemui saudara dalam Islam ketika saya berjumpa dengan Adel. Ibu saya sebetulnya tidak pernah menemui Adel, tetapi dia berkata kepada saya, "Cassiano, anda telah mempunyai seorang saudara, maka dia juga adalah anak saya. Kini dia saya anggap sebagai anak saya". Saya sangat terharu mendengar semua itu.

Kami sungguh gembira dapat bertemu. Ini seperti sesuatu yang telah direncanakan. Allah telah merencanakan segalanya buat saya lewat Adel. Dia punya rencana untuk menjalin hubungan antara manusia. Dia membawa saya keluar dari Brazil lewat Adel. Dari Rio de Janeiro dan pergi ke tempat yang sangat jauh di Dubai tanpa mengeluarkan sedirham uang sekalipun, semua itu berkah tuntunan Allah. Saya sempat pulang ke Brazil dan kemudian kembali lagi ke Dubai lagi-lagi tanpa  sedikitpun mengeluarkan dirham. Allah pasti telah merencanakannya untuk saya. Saya yakin semua ini berjalan menurut ketetapan-Nya.

Waktu saya pertama sekali hendak mengucapkan kalimah syahadat, saya diajak menunaikan shalat jumat berjamaah disebuah masjid besar di Sharjah. Masjid itu dipenuhi ribuan jamaah. Ketika shalat selesai, saya mulai dituntun melafazkan syahadah, dan mereka tahu bahwa saya dari Brazil. Semua orang mengatakan "Dia dari Brazil, dia pintar sepakbola."

Saya kelihatan begitu gagah sekali. Semua datang mengucapkan tahniah kepada saya. Hampir dua jam saya berdiri menerima pelukan, ciuman dan ucapan tahniah dari mereka, malah ada yang menghadiahkan buku. Begitu mengharukan. Setiap orang seperti saudara saya. Saya anak tunggal, kini saya seperti memiliki banyak saudara, Alhamdulillah saya sungguh merasa bahagia.

Saya punya keluarga di Dubai dan mereka adalah keluarga Adel yang sudah saya anggap keluarga saya sendiri. Kini saya punya ibu angkat dan mereka benar-benar melayani saya seperti anak mereka sendiri.

Jujur saya sudah menemukan kedamaian dalam Islam dan di Dubai, hal yang tidak saya temui dikampung saya. Sahabat yang baik, saudara yang baik yang tidak saya miliki di Brazil.

Dulu ketika saya punya teman di Brazil, teman itu selalu mengajak saya ke tempat maksiat seperti bar atau ketempat pesta-pesta yang merusak moral, ya hanya untuk berbuat dosa. Kini setelah memeluk agama Islam dan pulang ke Brazil, mereka berkata, "Cassiano tidak lagi minum. Dia telah menjadi seorang muslim. Jangan ajak dia." Lalu mereka menjauhkan diri dari saya. Tapi bagi saya ini soal pilihan.

Di Dubai, saya tidak lagi bisa tinggal disuatu tempat yang tidak punya masjid. Saya sudah sangat terpesona dengan Masjid. Masjid merupakan bangunan yang indah dan menakjubkan bagi saya. Saya merasa nyaman tinggal dekat masjid dan melakukan ibadah dalam masjid.

Suatu hari seorang teman saya bernama Syeikh Yahya menelepon saya dan berkata, "Cassiano, telepon nomor ini, mereka akan melakukan umrah". sambil memberikan sebuah catatan nomor baru.

Saya pun menelepon. Seseorang bernama Ahmad menjawab dari seberang telepon dan berkata, "Mohon maaf karena rombongan kami telah lengkap 15 orang".

Saya berkata, "Benar demikian?"

Dia berkata, "Ya." Kemudian dia bertanya kepada saya, "Siapa nama anda?"

Saya berkata, "Saya Cassiano dan saya benar-benar ingin melakukan umrah. Ini merupakan sesuatu yang baru buat saya. Saya baru memeluk Islam kira-kira 3 tahun."

Dia menelepon saya pagi keesokan harinya dan berkata, "Ada seorang yang tidak dapat pergi. Oleh karenanya anda bisa mengantikan tempatnya."

Alhamdulillah, Allah memudahkan perjalanan saya. Allah memelihara saya. Saya benar-benar dapat merasakannya. Saya merasakan bahwa Allah-lah yang menjaga kehidupan saya dan diri saya.

Kami tiba di kota Madinah. Hotel penginapan kami berdekatan dengan masjid Nabi Muhammad Saw (masjid Nabawi). Kami merasa gembira karena dapat berdekatan dengan tempat mulia ini. Orang-orang di Madinah begitu ramah sekali. Mereka membuka salah satu pintu untuk kami supaya kami bisa melihat bagian makam Nabi Muhammad Saw.

Polisi yang berdiri disisi makam memberitahu saya, "Marilah kesini dan ucapkan salam kepada Nabi". Sayapun melakukannya dan berdoa semoga Allah memberikan bimbingan buat orang tua saya dan semua orang, saya merasa lapang dan mulai menangis.

Selepas ini, kami tinggal tiga hari di Madinah dan mulai perjalanan menuju Mekah untuk bersalin pakaian Ihram. Ketika memasuki Masjidil Haram dan melihat Ka'bah, yang kebetulan waktu itu masuk jadwal shalat dzuhur, semua berbaris untuk menunaikan shalat bersama.

Saya melihat Ka'bah, saya mula menangis kembali dan menangis sepanjang menunaikan shalat. Saya tidak tahu itu terus terjadi. Yang terjadi seolah-olah seperti melakukan shalat lima waktu setiap hari ke arah tersebut dan saya berada disitu seakan sangat lama. Ini tempat yang sangat istimewa. Bagi saya, Masjidil haram merupakan sebuah tempat yang terbaik di muka bumi ini. Saya benar-benar gembira karena dapat berada di Madinah dan Mekkah. Saya sungguh terpesona dan saya sangat terharu.

Keimanan saya menyebabkan hati saya tenang dan mantaf. Saya sungguh-sungguh mencintai Allah. Kalau dulu begitu banyak masalah yang saya hadapi, kini Allah merupakan yang pertama dalam hidup saya tempat mengadu. (Serambinews.com/H)

READ MORE»

Wednesday, August 1, 2012

Inilah Hukum Islam Ala Jihadis Mali, Warga Kabur

Inilah Hukum Islam Ala Jihadis Mali, Warga Kabur

SERAMBINEWS.COM, MALI - Sebuah situasi yang membingungkan sedang terjadi di Mali. Kelompok-kelompok yang mengklaim dirinya sebagai 'Islam Garis Keras' telah membuat masyarakat disana ketakutan dan memilih mengungsi.

Timbuktu, daerah luas di Mali utara telah menjadi basis kelompok Islam Garis Keras yang telah memperkenalkan dirinya kaum Jihadis Islam dan telah memberlakukan aturan Islam dengan sangat ketat, tetapi dengan sistem penerapan hukuman yang mereka pertontonkan didepan masyarakat, telah menyebabkan ribuan orang bermigrasi daerah-daerah lain.

Menurut para ahli, situasi semakin ketat di Mali terutama di wilayah utara yang meliputi kota terkenal dan sejarah Timbuktu. Mereka, lapor Islam News, telah mengambil kontrol penuh dan menerapkan sistem peradilan Islam yang ketat ala mereka sehingga menyebabkan masalah bagi orang yang hidup di sana.

Para ahli mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa Mali Utara telah menjadi magnet dan daya tarik para pejuang mirip Taliban di Afganistan untuk bergabung dengan kelompok jihad lokal setempat.

Mereka mengatakan bahwa Mali utara sekarang tampak seperti Afghanistan yang dipenuhi jihadis Islam yang menerapkan pemikiran Islam yang ketat. Mereka tidak segan-segan mengadili pelaku maksiat. Dengan senjata berat mereka menerapkan hukum secara tegas. lapor Islam News.

Kamp pengungsi darurat di Mbera, pesisir Mauritania timur adalah saksi dari kaum jihadis Mali Mali.

Kondisi pengungsi di kamp Mbera Mali dilaporkan menyedihkan karena banyak dari mereka sakit, lapar dan bingung. Namun demikian mereka mengakui berada dalam kondisi lebih baik di kamp pengungsi dari rumah mereka. Mereka malah ketakutan kalau berada dirumah atau keluar sembarangan karena pasukan-pasukan jihad ada dimana-mana untuk bertanya.

Mereka terkadang mengatakan bahwa mereka digunakan untuk menyaksikan sebuah hukuman cambuk atau rajam yang kerap dilaksanakan dijalan-jalan Mali. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka telah pernah kena hukuman.

Para pengungsi berbicara tentang pria bersenjata berat dari sejumlah ras, bangsa dan bahasa. Salah satu berkata, "Hitam, coklat, kuning, putih sekarang mengendalikan jalanan," lapor situs Islam tersebut.

"Mereka telah benar-benar merubah cara hidup kami. Mereka telah memberlakukan semacam agama yang belum pernah kami lihat. Anda bahkan tidak dapat berjalan dengan istri Anda. Kami seperti tahanan." sambungnya.

Baru-baru ini, kelompok garis keras yang menguasai Aguelhok, sebuah kota di Mali utara, telah merajam pasangan yang mereka klaim telah hidup serumah tanpa menikah hingga tewas.

Pria itu dikeluarkan dari rumah dan ditanam dalam sebuah lubang setengah badan. Dihadapan sekitar 200 orang yang memakai penutup wajah, pasangan itu ditimpuki dengan batu cadas hingga tewas. Kabarnya pasangan yang dihukum tersebut telah kumpul kebo hingga memiliki dua anak, yang kecil masih berusia enam bulan.

"Saya berada di sana. Muslim garis keras membawa pasangan tanpa nikah itu ke pusat kota Aguelhok. Pasangan itu ditempatkan didua lubang dan orang-orang garis keras melempari mereka dengan batu hingga tewas," kata seorang pejabat pemerintah daerah yang tidak bersedia disebutkan namanya, Senin (30/7/2012) waktu setempat, seperti disitat AFP.

"Wanita itu pingsan setelah beberapa lemparan pertama," ungkap pejabat itu, seraya menambahkan pria pasangannya sempat berteriak keras sampai kemudian terdiam dalam lubang dengan kondisi mengenaskan. (Serambinews.com/H)

READ MORE»

Imam Besar Pro Assad Diculik Pria Bersenjata

Imam Besar Pro Assad Diculik Pria Bersenjata

SERAMBINEWS.COM - Beberapa pria tak dikenal yang bersenjata menculik Sheikh Mahmoud Hassoun, saudara laki-laki Imam Besar Badruddien Hassoun.


Mahmoud Hassoun diculik saat Shalat Tarawih di Masjid Osama bin Zaed di Aleppo dan dibawa ke tempat yang tak diketahui.


Mufti Suriah itu dikabarkan menjadi sasaran akibat sikapnya yang mendukung pemerintah Presiden Bashar al-Assad, baru-baru ini telah kehilangan putranya yang juga dibunuh oleh kelompok bersenjata di Aleppo.


Beberapa kejadian belum lama ini menunjukkan krisis di Suriah telah mengarah ke perang saudara, seperti yang diberitakan AFP.


Dua hari sebelumnya, seorang Imam lain, Abdul-Latif ash-Shami, diculik dari satu masjid di Aleppo dan belakangan ditemukan sudah dibunuh.

READ MORE»
Copyright 2011 Pilkada Aceh - Template by Kautau Dot Com - Editor premium idwebstore