Saturday, April 7, 2012

Oknum Polisi Bogem Muzakkir

Oknum Polisi Bogem Muzakkir

Laporan: Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWSCOM-SIGLI
- Muzakkir Mansur, diopname di Rumah Sakit Umum (RSU) Sigli. Korban mengaku dipukuli oknum Polisi berpakaian preman,

Warga Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie kepada Serambinews.com, malam Rabu (4/4) sekitar pukul 23.30  wib, dia sedang duduk di teras sebuah ruko (rumah toko) di Kota Mini.

Tanpa sebab, oknum Polisi yang berpakaian preman,  memukulinya secara brutal hingga korban mengalami luka memar di mata bagian kanan dan leher serta memar di bagian punggung. Juga tangan kiri terkilir.

"Saya dipukul secara brutal. Saya tidak mengetahui di mana tugas polisi itu," ujar Muzakkir yang ditemui di RSU Sigli.

Kapolres Pidie, AKBP Dumadi SStmK, yang dikonfirmasi, mengatakan belum menerima laporan secara resmi terhadap keterlibatan anggotanya memukul Muzakkir. "Jangan percaya informasi itu," kata Kapolres Pidie. (*)

READ MORE»

Wednesday, April 4, 2012

Satpam Telkom Ditabrak Karyawan

Satpam Telkom Ditabrak Karyawan

Laporan Rahmad Wiguna | Medan



SERAMBINEWS.COM, MEDAN
- Seorang petugas sekuriti Plaza Telkom, Edi Suhartono (43) ditabrak seorang pengendara mobil, Fajar Gumilang (21), karyawan PT Graha Sarana Duta (GSD) yang tak lain anak perusahaan PT Telkom, Rabu (4/4/2012) siang. Insiden itu langsung dikaitkan kubu korban dengan perselisihan dengan manajemen yang belum mencairkan gaji sejak dua bulan lalu.

Insiden itu terjadi saat korban yang berdomisili di Jalan Pringgan, Payapasir, Medan Marelan sedang mengatur lalu lalang kendaraan yang ke luar maupun masuk di Pos III Plaza Telkom, Jalan Putri Hijau, Medan Barat. Tiba-tiba, pelaku yang mengendarai Daihatsu Terios B 7133 IF melaju dengan kecepatan tinggi dari arah basement gedung tersebut hingga menabrak korban. Menurut saksi, tubuh korban sempat lama terjepit di tembok, sebelum akhirnya pelaku memundurkan mobilnya.

Rekan-rekan korban yang menyaksikan kejadian itu langsung membawa korban ke tukang urut, dan kemudian melaporkan kasus itu ke Polresta Medan. Pelaku dan mobil yang menabrak korban juga turut diserahkan ke polisi. Namun karena tak memiliki surat visum, korban diarahkan memeriksakan lukanya ke RSU Pirngadi.

"Sekarang dia masih dirawat di rumah sakit, kayaknya rawat inap," kata rekan korban, Andika (34).
Andika bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Serikat Pekerja Telkom menduga kasus tabrakan itu berkaitan erat dengan perjuangan mereka menuntut pembayaran gaji yang belum dicairkan sejak dua bulan lalu. Apalagi korban yang menjabat wakil pimpinan di serikat itu tergolong vokal.
"Dia itu (korban) sangat membela hak kami, makanya kami curiga ini teror," tukas Andi.
Belum ada keterangan apapun dari PT Graha Sarana Duta maupun PT Telkom. Bahkan sejauh ini keberadaan pelaku juga tak diketahui. Sementara Kasat Lantas Polresta Medan Kompol M Risya Mustario menegaskan akan mengusut dugaan yang disebutkan para pekerja. "Makanya kami suruh buat visum, biar bisa diproses," kata Risya. (rw)

READ MORE»

Satpam Telkom Ditabrak Karyawan

Satpam Telkom Ditabrak Karyawan

Laporan Rahmad Wiguna | Medan



SERAMBINEWS.COM, MEDAN
- Seorang petugas sekuriti Plaza Telkom, Edi Suhartono (43) ditabrak seorang pengendara mobil, Fajar Gumilang (21), karyawan PT Graha Sarana Duta (GSD) yang tak lain anak perusahaan PT Telkom, Rabu (4/4/2012) siang. Insiden itu langsung dikaitkan kubu korban dengan perselisihan dengan manajemen yang belum mencairkan gaji sejak dua bulan lalu.

Insiden itu terjadi saat korban yang berdomisili di Jalan Pringgan, Payapasir, Medan Marelan sedang mengatur lalu lalang kendaraan yang ke luar maupun masuk di Pos III Plaza Telkom, Jalan Putri Hijau, Medan Barat. Tiba-tiba, pelaku yang mengendarai Daihatsu Terios B 7133 IF melaju dengan kecepatan tinggi dari arah basement gedung tersebut hingga menabrak korban. Menurut saksi, tubuh korban sempat lama terjepit di tembok, sebelum akhirnya pelaku memundurkan mobilnya.

Rekan-rekan korban yang menyaksikan kejadian itu langsung membawa korban ke tukang urut, dan kemudian melaporkan kasus itu ke Polresta Medan. Pelaku dan mobil yang menabrak korban juga turut diserahkan ke polisi. Namun karena tak memiliki surat visum, korban diarahkan memeriksakan lukanya ke RSU Pirngadi.

"Sekarang dia masih dirawat di rumah sakit, kayaknya rawat inap," kata rekan korban, Andika (34).
Andika bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Serikat Pekerja Telkom menduga kasus tabrakan itu berkaitan erat dengan perjuangan mereka menuntut pembayaran gaji yang belum dicairkan sejak dua bulan lalu. Apalagi korban yang menjabat wakil pimpinan di serikat itu tergolong vokal.
"Dia itu (korban) sangat membela hak kami, makanya kami curiga ini teror," tukas Andi.
Belum ada keterangan apapun dari PT Graha Sarana Duta maupun PT Telkom. Bahkan sejauh ini keberadaan pelaku juga tak diketahui. Sementara Kasat Lantas Polresta Medan Kompol M Risya Mustario menegaskan akan mengusut dugaan yang disebutkan para pekerja. "Makanya kami suruh buat visum, biar bisa diproses," kata Risya. (rw)

READ MORE»

Tuesday, April 3, 2012

Jika Terdepak Dari Koalisi, PKS Ikhlas

Jika Terdepak Dari Koalisi, PKS Ikhlas

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen PKS, Mahfudz Siddiq, menyatakan partainya siap menjalani apapun keputusan pertemuan Ketua Setgab Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para pimpinan parpol koalisi di Cikeas, Jawa Barat, pada Selasa (3/4/2012) malam ini.

Menurut Mahfudz, partainya telah mempunyai perhitungan atas pilihan menolak rencana kenaikan harga BBM. Karenanya, PKS siap atas apapun keputusan pertemuan Cikeas, termasuk keluar dari parpol koalisi pendukung pemerintah.


"PKS tidak dalam posisi siap-siap mau keluar dari koalisi, karena yang menghembuskan isu keluar bukan dari intern PKS. Tapi, kalau Setgab membahas PKS keluar dari koalisi, kami sudah mengkalkulasi sikap PKS yang kemarin menentang atau berseberangan dengan sikap pemerintah, maka PKS siap dalam posisi apapun," kata Mahfudz saat dihubungi Selasa (3/4/2012).

Mahfudz mengakui sejumlah politisi Partai Demokrat tidak menyukai sikap kritis PKS dan kerap bertentangan dengan pemerintah. "Kalau pernyataan sejumlah kader adalah lagu lama. Kelihatannya memang kader Demokrat tidak suka dengan PKS. Banyak kader yang meminta Presiden untuk 'menendang' PKS keluar dari koalisi," ucapnya.

Menurut Mahfudz, partainya telah siap jika tiga menteri dari PKS harus meninggal kursi jabatannya jika Presiden Yudhoyono mengeluarkan PKS dari Setgab. Itu adalah sejumlah risiko. Kami siap, Insya Allah lahir batin siap," pungkasnya.


READ MORE»

Gara-gara TV, Seorang Pemuda Tusuk Ayah Hingga Tewas

Gara-gara TV, Seorang Pemuda Tusuk Ayah Hingga Tewas

SERAMBINEWS.COM - Seorang pemuda di Inggris dijatuhi hukuman 5 tahun penjara karena menusuk ayah tirinya hingga tewas. Pemuda berusia 18 tahun ini marah kepada sang ayah karena dilarang memindahkan televisi ke dalam kamar tidurnya.


Moynul Haque (18) mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan terhadap Mohammed Zillur-Rahman (43). Pengadilan Tinggi Wood Green, Inggris menjatuhkan vonis 5 tahun penjara kepada Haque.


Namun pengadilan menyatakan Haque hanya perlu menjalani masa tahanan selama 2 tahun karena dia telah dipenjara selama 6 bulan terakhir. Demikian seperti dilansir oleh Daily Mail, Selasa (3/4/2012).


Peristiwa ini terjadi pada Oktober 2011 lalu ketika Haque yang masih berusia 17 tahun, terlibat pertengkaran dengan ayah tirinya, Zillur-Rahman, di rumah mereka di Melford Avenue, Barking. Saat itu, Haque berusaha memindahkan televisi ke kamar tidurnya.


Namun kemudian sang ayah melarang dan mereka beradu mulut. Haque yang terbawa emosi kemudian pergi ke dapur dan mengambil pisau. Dengan pisau tersebut, Haque yang gelap mata lantas menusuk Zillur-Rahman sekali, tepat di bagian dada. Penusukan tersebut terjadi setelah keduanya terlibat pergulatan.


Di persidangan terungkap, Zillur-Rahman sempat mengejar Haque turun tangga sambil mengacung-acungkan tiang gorden. Haque yang mengaku takut dipukul pun berlari ke dapur dan kemudian mengambil pisau tersebut.


"Dia sangat marah. Saya berlari ke dapur dan kemudian mengambil pisau untuk mencegah ayah memukul saya. Dia mendatangiku dan saya melihatnya jatuh ke lantai. Saya hanya membela diri saat itu," tutur Haque di persidangan.


Usai penusukan ini, Zillur-Rahman yang merupakan imam di Masjid Chadwell Heath, London bagian timur ini, dilarikan ke rumah sakit. Namun sayangnya, nyawa Zillur-Rahman tidak bisa diselamatkan usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal London selama 5 hari.


Haque sendiri merasa kaget dan terus menangis jika mengingat ayahnya meninggal di tangannya. "Apa yang telah aku lakukan?" ucapnya berulang kali di pengadilan. Hubungan Haque dengan ayah tirinya memang tidak akur sejak tahun lalu. Bahkan Haque pernah diusir keluar rumah oleh sang ayah.

READ MORE»

Monday, April 2, 2012

Biaya Pengurusan Wisma Atlet dan Hambalang Rp 16,7 Miliar

Biaya Pengurusan Wisma Atlet dan Hambalang Rp 16,7 Miliar

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Grup Permai mengeluarkan biaya sebesar Rp 16,7 miliar untuk mengurus agar proyek wisma atlet SEA Games dan pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, bisa mereka dapatkan. Hal tersebut terungkap dalam surat tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi kepada terdakwa Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (2/4/2012).


Biaya tersebut, menurut jaksa, dikeluarkan Grup Permai untuk diberikan kepada anggota Badan Anggaran DPR dan sejumlah pihak terkait.


Dalam surat tuntutan jaksa disebutkan bahwa Nazaruddin memperkenalkan marketing Grup Permai Mindo Rosalina Manulang kepada Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharram. Perkenalan tersebut agar Mindo difasilitasi Wafid mendapatkan proyek-proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga, antara lain Proyek Hambalang dan wisma atlet. Jaksa menyebut Nazaruddin kemudian merekomendasikan PT Duta Graha Indah Tbk sebagai perusahaan yang akan mengerjakan proyek wisma atlet.


"Atas permintaan terdakwa tersebut, Wafid bersedia melaksanakan asalkan pimpinan dan anggota DPR menyetujui," kata Jaksa I Kadek Wiradana.


Pernyataan Wafid tersebut kemudian ditanggapi Nazaruddin bahwa hal tersebut sudah clear and clean, serta telah disetujui anggota Komisi X DPR. Bahkan sebentar lagi anggarannya turun dalam jumlah yang besar. "Selanjutnya terdakwa memerintahkan kepada Mindo agar berkoordinasi dengan Wafid," kata Kadek.


Menurut Kadek, untuk kepentingan pengurusan mendapat proyek wisma atlet dan Hambalang ini, Grup Permai mengeluarkan biaya sekitar Rp 16,7 miliar. "Uang atau biaya itu untuk diberikan kepada anggota Badan Anggaran DPR dan pihak-pihak yang terkait," ujar Kadek.

READ MORE»
Copyright 2011 Pilkada Aceh - Template by Kautau Dot Com - Editor premium idwebstore